Mira12′s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Anggaran Pendidikan Sulsel Tertinggi Di Luar Jawa

Posted by mira12 on August 26, 2008

Makassar ( Berita ) : Anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBN untuk provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2008 tercatat yang tertinggi untuk wilayah luar Jawa.

“Anggaran pendidikan yang terbesar untuk wilayah luar Jawa pada 2009 adalah Sulsel setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” kata Ketua tim Komisi X DPR-RI, Prof. Dr. Anwar Arifin di Makassar, Senin [25/08] .

Meski tidak menyebut secara pasti jumlah anggaran pendidikan untuk wilayah Sulsel ini, namun legislator Golkar ini mengaku senang karena pemerintah telah mengganggarkan 20 persen untuk pendidikan dalam APBN.

Menurut Anwar Arifin pada, tahun 2009, anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp220 triliun, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk perpustakaan sekolah dan pengadaan taman bacaan.

Dengan anggaran sebanyak itu diharapkan tidak ada lagi pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah dan sejumlah anak-anak di Makassar, tidak ada yang buta huruf, “termasuk program wajib belajar sembilan tahun, harus dilaksanakan orang tua dan pemerintah setempat, “ujar mantan Rektor UVRI Makassar itu.

Selain itu, sebagian dana ini akan digunakan untuk meningkatkan jumlah kualitas dan kesejahteraan para guru serta dosen dan pengembangan ilmu kedokteran, farmasi, pertanian dan hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Pengembangan ilmu tertentu juga akan dilakukan di Politeknik Unhas pada terapan ilmu maritim serta pendidikan dan psikologi di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Setiap universitas diberikan kesempatan untuk melakukan pengembangan ilmu sesuai dengan kebutuhan, jelas Anwar Arifin dan menambahkan bahwa tahun 2009 nanti, sebanyak 100 ribu guru akan memasuki masa pensiun.

Untuk Itu akan dilakukan program ganti untuk merelokasi ratusan guru yang akan memasuki masa pensiun dan di KTI, program tersebut akan dilakukan UNM dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang telah menulis buku sebanyak 36 judul buku. ( ant )

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Pendidikan Gratis

Posted by mira12 on August 26, 2008

nggaran pendidikan sudah semakin tinggi, sehingga dirasakan sudah waktunya untuk memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat dari mulai SD hingga SMU/sederajat. Kalau selama ini baru tahapan dana BOS, maka ke depannya harus bisa menggratiskan pendidikan.

Kata Mendiknas, kalau bisa daerah mengupayakan pendidikan gratis bagi anak sekolah. Menurut hemat kita, jangan pakai kata ’’kalau bisa’’ tetapi harus dipaksakan. Kalau tidak, maka pendidikan gratis hanya angan-angan.

Kalau dengan anggaran yang sudah demikian tinggi pun pendidikan masih tetap mahal, maka sampai kapan pun pemerintah takkan mampu menjalankan amanah UUD 45 bertanggung jawab dalam bidang pendidikan, mencerdaskan anak bangsa.

Mendiknas benar bahwa yang berwenang menginstruksikan pendidikan gratis adalah kepala daerah, sedangkan pemerintah pusat hanya mengimbau. Sekarang ini keputusan untuk pendidikan gratis ada di daerah. Yang di Jakarta (pemerintah pusat) hanya mengimbau seperti yang sudah dilakukan Presiden pada pidato kenegaraan yang lalu.

Kini, beberapa daerah sudah berhasil menerapkan pendidikan gratis bagi pelaksanaan wajib belajar, dan contoh paling sukses adalah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan di provinsi itu menerapkan sanksi bagi kabupaten atau kota yang melanggarnya.

Di Sulsel bantuan dari BOS ditambah lagi separuhnya bantuan pendidikan dari pemerintah provinsi. Jadi, di sana bisa menggratiskan bagi siswa wajib belajar. Justru itu, Mendiknas harus tegas memberi instruksi kepada semua daerah untuk memulai pendidikan gratis. Gratis uang sekolah, gratis uang buku, gratis uang ujian, tidak ada uang les, dan kutipan liar lainnya. Dan yang utama lagi, harus berkesinambungan, jangan hanya pada pemerintahan Presiden SBY saja. Jangan sekadar ’’lips service’’

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menegaskan siapa pun yang menjadi Presiden Indonesia harus memiliki komitmen mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN untuk pendidikan. Jika tidak memiliki komitmen mewujudkan anggaran 20 persen untuk pendidikan, tidak akan populer di mata masyarakat.

Di mata Mendiknas, dalam sejarah 63 tahun kemerdekaan RI baru pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono anggaran pendidikan 20 persen terwujud. Hal ini hendaknya dijadikan komitmen untuk segera diwujudkan mulai tahun depan. Tak pelak lagi, kenaikan anggaran ini merupakan langkah baru dan merupakan suatu lompatan besar di dunia pendidikan Indonesia.

Yang menjadi tanda tanya bagi publik, benarkah kenaikan anggaran pendidikan secara signifikan itu buah dari keseriusan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan? Tentu saja banyak yang meragukan.

Selama ini Depdiknas sepertinya tidak ngotot memperjuangkannya, setelah pemerintah mengatakan APBN belum mencukupi. Jadi, kalau masyarakat ingin berterima kasih, berikanlah pada hakim di Mahkamah Konstitusi. Sebab, putusan MK lah yang mengharuskan pemerintah memenuhi anggaran pendidikan menjadi 20 persen, dan hal itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni UUD 45 hasil amandemen.

Sebelumnya, pemerintah lebih mementingkan sektor-sektor lain, bahkan marah-marah ketika pakar pendidikan mengatakan banyak gedung sekolah tak laik pakai lagi karena sudah seperti kandang ayam. Jadi, percuma anggaran naik menjadi 20 persen kalau pendidikan gratis di daerah-daerah tidak juga terealisasi.

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Bahasa Inggris itu Sederhana dan Mudah

Posted by mira12 on August 26, 2008

Bagi sebagian orang, pelajaran bahasa Inggris nyaris sama horornya dengan matematika. Padahal bahasa ini adalah bahasa pengantar nomor satu dunia. Lalu bagaimana untuk mereka yang tidak menggeluti bidang bahasa tetapi paham betul kalau bahasa Inggris penting dan bisa menunjang karir mereka? Berikut sebuah tips mudah untuk belajar bahasa Inggris dengan sederhana.

Menceritakan Masa Lalu

Coba kita ambil satu contoh penggunaan bentuk waktu dalam Bahasa Inggris, atau biasa disebut Tenses.Katakan saja tadi malam anda menonton bioskop dengan teman-teman anda dan hari ini dikantor atau dikampus anda ingin menceritakan kembali betapa bagusnya film tersebut ke teman-teman yang lain. Kalau anda menceritakannya dalam Bahasa Indonesia tentu itu tidak akan terlalu sulit, keterangan-keterangan waktu seperti semalam atau tadi malam sudah cukup menerangkan kalau kejadian-kejadian tersebut sudah terjadi di waktu lampau.

Masalahnya adalah salah satu atau beberapa teman anda itu orang asing dan dia belum bisa berbahasa Indonesia. Disini anda ditantang untuk menceritakan kembali film tersebut dalam Bahasa Inggris. Sejatinya, anda tidak harus menceritakannya dalam Bahasa Inggris yang baik dan benar, tetapi paling tidak si pendengar asing tersebut tahu kalau kejadiannya sudah lampau. Lalu bagaimana caranya?

  • Kalimat Positif

Semua orang tahu konsepsi dasar penggunaan bentuk waktu lampau dalam bahasa Inggris, bahwa bentuk waktu ini digunakan untuk menjelaskan kejadian atau peristiwa yang berlangsung pada masa lampau. Atau dengan kata lain pada satu waktu tertentu di masa lalu, hal yang dibicarakan terjadi. Hal tersebut mulai dan berakhir di waktu lampau. Bahkan satu detik yang lalu merupakan waktu lampau.

Dalam bahasa Inggris salah satu penentu utama sebuah kalimat dalam bentuk lampau akan terlihat dari kata kerjanya atau Verb. Kata kerja tersebut harus dalam bentuk kata kerja II, verb II. Penentu lainnya adalah penggunaan keterangan waktu yang menunjukkan hal tersebut terjadi di waktu lampau, seperti yesterday, yesterday morning, yesterday afternoon, last week, last year, last month, last spring, last winter, a few minutes ago, two years ago, five minutes ago, three days ago, one year ago, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan struktur kalimatnya? Untuk kalimat positif, strukturnya adalah:

Subject + Verb II + Object

Setelah Object bisa ditambahkan keterangan waktu untuk melengkapi, seperti contoh:

I watched movie last night.

Dari contoh diatas bisa dilihat I sebagai Subject, watched sebagai Verb II, movie sebagai Object dan last night sebagai keterangan waktu atau Adverb of time.

Contoh lainnya adalah:
I was sad last night.

Dari contoh diatas tidak ada kata kerja II kita temukan. Dalam kalimat seperti ini, jika tidak menggunakan kata kerja, kita menggunakan was atau were, bagaimana was digunakan dan bagaimana were digunakan tergantung pada Subjectnya. Was digunakan apabila subjektnya I, He, She dan It. Sedangkan were digunakan apabila subjetnya You, We dan They, seperti contoh-contoh berikut:

They were there last Tuesday.
She was late last Tuesday.

  • Kalimat Negatif

Kemudian bagaimana kalau anda ingin mengatakan hal atau sesuatu yang bersifat negatif? Coba lihat contoh-contoh berikut:

He didn’t go to the movie last night.
I didn’t sleep well last night.

Dari kedua contoh diatas kita dapati penggunaan kata kerja tidak seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk menjelaskan waktu lampau kata kerjanya harus dalam bentuk II, tetapi yang ada pada kalimat diatas kata kerja go tidak berubah menjadi went dan kata kerja sleep tidak berubah menjadi slept.

Hal ini dikarenakan untuk menjelaskan kalimat negatif dalam waktu lampau sudah digunakan did + not, maka kata kerjanya tetap dalam bentuk I, Verb I. Maka struktur kalimatnya sebagai berikut:

Subject + didn’t + Verb I + Object
Contoh-contoh lainnya seperti:

They didn’t come yesterday.
We didn’t see action movie last night.

Lalu bagaimana dengan kalimat-kalimat yang tidak menggunakan kata kerja? Misalkan, seperti contoh yang sudah ada diatas:

I was sad last night.
They were there last Tuesday.

Kedua kalimat tersebut dalam bentuk positif, untuk merubahnya menjadi negatif kita hanya perlu menambahkan not setelah was atau were:

I wasn’t sad last night.
They weren’t there last Tuesday.

Penggunaan was + not biasa disingkat menjadi wasn’t, sama halnya untuk were + not menjadi weren’t. Dengan demikian, struktur untuk kalimat negatif yang tidak menggunakan kata kerja sebagai berikut:

Subject + was not / were not + …

  • Kalimat Tanya

Kemudian bagaimana untuk kalimat tanya? Contohnya:

Did you see Alex yesterday?

Contoh diatas merupakan kalimat negatif yang sederhana, dengan struktur bisa dituliskan:

Did + Subject + Verb I + Object

Bentuk kalimat diatas akan membutuhkan jawaban Ya atau Tidak, seperti contoh-contoh berikut:

Did he go to the bus station?
Did Harry work late last night?

Kemudian ada bentuk kalimat yang membutuhkan jawaban informasi akan sesuatu hal, seperti:

What did you do last night?
Where did you watch the movie?

Kedua kalimat tanya diatas membutuhkan jawaban yang menjelaskan sesuatu hal kepada penanyanya, hal ini ditunjukkan dengan penggunaan kata tanya atau wh-question / question word, seperti: What, Where, When, Why, Who dan How, yang kemudian diikuti dengan did:

What/Where/When/Why/Who/How + did + Subject + Verb I + Object
Contoh lainnya:

Who did you drive home?
When did she arrive?
How much money did you spend last night?

Lalu bagaimana jika tidak menggunakan did melainkan kata tanya saja? Jawabannya adalah kata kerjanya berubah menjadi bentuk II, verb II, seperti contoh:

Who told you that?
What woke you up last night?

Who cried last night?

Ketiga kalimat diatas tidak ada yang menggunakan did, maka kata kerja mereka dalam bentuk II; tell berubah menjadi told, wake berubah menjadi woke dan cry berubah menjadi cried. Strukturnya sebagai berikut:

What/Where/When/Why/Who/How + Verb II + …

Bentuk kalimat berikutnya adalah dengan menggunakan was atau were, contohnya:

Was I there yesterday?
Was he busy last night?

Kalimat-kalimat diatas tidak terdapat kata kerja didalamnya, maka was atau were digunakan. Maka strukturnya:
Was / Were + Subject + …

Bagian terakhir dari bentuk kalimat masa lampau ini adalah penggunaan was atau were bersama-sama dengan kata tanya, strukturnya sebagai berikut:

What/Where/When/Why/Who/How + was / were + Subject + …
Contohnya:

Where were you last night?
Who was in the park?

  • Kata Kerja Beraturan vs. Kata Kerja Tidak Beraturan

Kata kerja beraturan atau biasa disebut Regular Verb adalah kata kerja dalam bahasa Inggris yang pembentukkan lampaunya tinggal ditambahkan akhiran –ed, seperti: help menjadi helped, play menjadi played, erase menjadi erased dan lain-lain.

Sedangkan kata kerja tidak beraturan atau Irregular Verb adalah kata kerja dalam bahasa Inggris yang pembentukkan lampaunya tidak bisa ditambahkan akhiran –ed, melainkan kata tersebut berubah, seperti: come menjadi came, eat menjadi ate, sit menjadi sat dan lain-lain.

Diharapkan sekarang anda mau mencoba menceritakan betapa bagusnya film tadi malam dalam bahasa Inggris, tidak perlu dengan bahasa Inggris yang sempurna, tetapi setidaknya pendengar anda mengerti kalau cerita tersebut sudah lewat, maka anda sudah menerapkan Simple Past Tense dalam percakapan anda, salah satu tata bahasa, Grammar, dalam bahasa Inggris.

Why were they so sad last night?
How was Diana yesterday?
Were they here last Tuesday?
Were you absent last Monday?
Did you buy Popcorn?
Diana didn’t cry about the story.
We were at home.
It was cloudy yesterday afternoon.

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

Pendidikan

Posted by mira12 on August 22, 2008

Pasti sekolah formal yang pertama terbersit kalo dengerin tentang kata pendidikan, padahal hal itu bukan hal yang utama walaupun selalu jadi hal yang pertama (bukan nya ga penting), gw pengen ngomongin ini kerna tadi gw ngebahas masalah ini di rumah sama adik gw (udah punya anak 1 umur 1 tahun 3 bulan) sama kakak sepupu gw (punya anak 4 yang paling gede SMU kelas I).

Bahasannya tentang membentuk moral anak, walaupun tanpa psikolog, udstaz ataupun guru sekalian … tapi kita coba lihat sisi² yang bisa kita terapkan di lingkungan keluarga kita sendiri.

Apapun itu yang kita bahas … pasti adalah yang paling ideal nya dalam memberikan pendidikan moral terhadap anak, tapi kembali melihat kebudayaan turun temurun … se akan² apa yang kita bahas itu adalah sama dengan memindahkan sebuah gunung ketempat datar LOL.

Bukan nya pesimis, berhenti sebentar dan mengatur strategi bukan berarti kalah, berhenti sebentar untuk mempelajari situasi bukannya menyerah, kita bertiga tahu, hal ini bukan hal yang gampang, bukan Cuma sekedar naluri orang tua yang di andalkan, bukan sekedar teori pendidikan dan pengalaman yang kita terapkan, tapi terlebih pada keberanian dan tekad untuk betul² melaksanakan apa yang kita putuskan sebagai hal yang terbaik untuk pendidikan anak.

Walaupun gw blon berkeluarga … apalagi punya anak LOL, tapi dengan tinggal bersama dengan saudara² gw yang rata² udah punya anak, mau nggak mau gw ikut juga dalam hal mendidik anak² mereka.

Gw punya ponakan umur 4 tahun lebih (namanya PUTRI), merengek minta uang seribuan sama ibu nya, setelah ditanya dia mo beli apa … jawabannya dia harus bayar utang karena tadi udah ngambil jajanan di warung saudara saya yang bersebelahan rumah.

Oh … My … God, itu anak umur 4 tahun udah ngerti cara berutang? Gw sampe bengong nge dengerin nya, nggak cukup sampai disitu, entah berapa hari kemudian, saya dapatin dia di warung saudara saya itu sambil ngomong “tante … saya utang dulu, nanti kalo ibu saya pulang dari kantor… baru di bayar” katanya sama saudara gw.

Gw tungguin saudara gw (Ibu nya Putri) trus gw deketin, gw bilang “non … tadi ketemu Putri di warung sebelah dia nya ngutang jajanan” pelan² gw omongin “gw Cuma heran aja, anak se kecil itu kok sudah tau berutang, gw Cuma takut aja kalau pola pikir nya terbentuk kalau …. Dengan cara berutang smua nya bisa di beli” kelihatan banget kakak gw udah mulai berang “kalo misalnya kamu ga ada duit, jangan bilang ke dia kalau sebaiknya dia ngutang aja dulu di sebelah, ajarkan kalau dia harus prihatin ke orangtua karena nggak ada duit, bukan apa² … kalo umur 4 tahun udah biasa berutang … gimana umur 40 tahunnya?”

Kakak gw bilang “udah gw bilangin ke Putri tapi dasar anak nya aja gitu, yang namanya anak suka nggak tegaan kita kalau harus mukul”

See it? Ternyata naluri, pengalaman dan pendidikan formal tidak sepenuh nya bisa membantu kita dalam menerapkan pendidikan moral terhadap anak, kakak gw tuh S1 lho, adik gw S2, tapi bukan itu ukurannya, gw belum jadi orangtua, gw belum punya pegalaman punya anak, pendidikan formal gw Cuma sebatas SMU, tapi gw lebih konsen dan peduli sama yang namanya pendidikan moral anak², dan yang lebih penting … gw bilang ke saudara gw di warung sebelah … kalau Putri ngutang lagi … jangan dikasih, kerna belum ngerti sepenuhnya apa itu yang namanya “UTANG”.

Buktinya … saudara gw yang punya warung tuh nerimanya fine² aja, dia malah lebih suka di bayar cash daripada harus ada yang ngutang, nagih nya susah katanya LOL.

Masih banyak sih yang mo gw ceritain tentang pendidikan seperti ini, mungkin kali waktu gw tambahin tulisan gw tentang pendidikan yang kek gini.

Foto dari http://i1.trekearth.com/photos/12279/aku_anak_indo.jpg Copyright: bimo wiratnanto

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.